-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

7 tahun Karawitan Kusumo Buwono dan apresiasi untuk Gamelan yang telah diakui Unesco

Selasa, 21 Desember 2021 | Desember 21, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-21T04:20:33Z





Tanggal 15 Desember 2020 menjadi moment yang membanggakan bagi masyarakat 

Indonesia dengan diakuinya gamelan sebagai Warisan Budaya tak Benda oleh 

Unesco. Dunia mengakui gamelan sebagai bagian dari budaya Indonesia, khususnya 

budaya jawa yang adiluhung.

Tanggal 15 Desember juga bertepatan dengan hari lahir Karawitan Kusumo Buwono

( KKB ). Pada tanggal 15 Desember 2014, KKB di bentuk oleh beberapa pakar 

karawitan dan pemerhati budaya antara lain KPH Panembahan Padmo Kusumo, 

eyang Gempol, KBRAy. Siti Djalal, KPH.Adp. Maji Notonagoro dan KPH Djoko 

Kesowo. KKB dibentuk dibawah naungan Paguyuban Kusumo Buwono.

Dimulai dengan anggota yang berjumlah hanya 12 orang, KKB mulai menggelar 

latihan karawitan rutin yang tujuannya adalah untuk melestarikan gamelan dan 

karawitan sebagai warisan nenek moyang kita yang tak ternilai. Gendhing-gendhing 

klasik yg usianya sudah sangat tua di gali lagi untuk dimainkan selang-seling dengan 

gendhing-gendhing baru. Berbagai aneka ragam instrumen gamelan di kaji dan di 

mainkan.

Seiring dengan berjalannya waktu, semakin bertambah anggota yang bergabung 

sehingga memerlukan tempat latihan yang lebih luas. Pada tahun 2015, dengan 

difasilitasi oleh KPAr. Bambang Trijoko, Ketua Umum Paguyuban Kusumo Buwono 

Dr.BRA. Mooryati Soedibyo beserta pengurus bertemu dengan Menpora Dr.H Imam 

Nahrawi untuk mendapatkan fasilitas berlatih karawitan di studio mini Kemenpora. 

Gayung bersambut, kemajuan KKB menjadi sangat pesat dan sudah melakukan 

pentas puluhan kali, siaran langsung di RRI serta tampil dihadapan Presiden Joko 

Widodo. KKB melakukan beberapa pentas kolaborasi dengan berbagai sanggar, 

salah satunya dengan sanggar tari legendaris Sampan Bujana Sentra pimpinan KRAy. 

Uniek Sampan Hismanto dan sanggar Sekar Tejo pimpinan KRAy. Niken Sadjarwo.

Pada tahun 2018, KKB berkolaborasi dan turut menjadi bagian dari Sinergi Nawacita 

Indonesia pimpinan Dr.KPH Suryo Atmanto melakukan pentas di hotel Kartika 

Chandra dan di auditorium Balai Kartini Jakarta yang di hadiri oleh ribuan undangan.

Pandemi covid 19 membuat KKB tidak dapat berlatih hampir selama 2 tahun. Tetapi 

hal tersebut tidak mengurangi semangat anggota KKB untuk selalu konsisten nguri￾uri gamelan dan karawitan. Akhirnya pada akhir tahun 2021, berkat kegigihan 

KRAy.Adp. Krisnina Akbar Tanjung sebagai pembina KKB dan penyediaan tempat 

latihan yang luas, nyaman dan lengkap instrumen gamelan slendro pelog milik KRAy. 

Tuti Roosdiono ( anggota DPR dari fraksi PDIP) & Anangga Roosiono ( founder 

Roosdiono & Partners lawfirm), KKB dapat melanjutkan perjuangannya untuk 

melestarikan gamelan dan karawitan. Tuan rumah menyediakan tes swab


agar kegiatan latiha


n dapat berjalan dengan aman & sesuai prokes yang ditetapkan 

Pemerintah.

Pada tanggal 19 Desember, KKB melakukan kegiatan tumpengan untuk merayakan 

ulang tahun KKB yang ke 7 serta untuk menyampaian rasa syukur atas diakuinya 

gamelan oleh Unesco.

Di hubungi terpisah, KPH. Adp. Maji Notonagoro sebagai pendiri KKB menyampaikan 

bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya akan budaya dan menjadi tanggung 

jawab kita bersama untuk menjaga & melestarikan budaya tersebut agar tetap eksis 

selamanya. Budaya adalah identitas bangsa. Setiap daerah mempunyai keunikan dan 

ragam budaya yang luarbiasa, kebetulan dalam hal ini KKB ikut berjuang melestarikan 

budaya karawitan beserta instrumen gamelannya. KKB adalah satu diantara ratusan 

kelompok / paguyuban sejenis di seluruh penjuru nusantara dan dunia yg konsisten 

melestarikan seni budaya karawitan. Pengakuan Unesco atas gamelan merupakan 

anugerah bagi bangsa Indonesia. 

H. A. Zaki yang merupakan Ketua 2 SNCI menambahkan, keunikan gamelan yang 

merupakan musik ensambel tradisional adalah terdiri dari banyak instrumen yang jika 

di tabuh akan melahirkan irama yang harmonis, saling melengkapi dalam tangga nada 

pentatonis. Keikutsertaan KKB dalam setiap acara SNCI menambah semarak acara 

dan beberapa gendhing menghadirkan suasana magis yang menghanyutkan. 

Semoga perjuangan KKB diikuti oleh para pelestari budaya dari berbagai daerah di 

seluruh Indonesia.

×
Berita Terbaru Update