Sukabumi,12/11/2022
www.yarsinews.com (Tarman,Pewarta)
PT. Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) dahulu PT. Sierad Produce Tbk bergerak dalam pembibitan anak ayam (DOC/Day Old Chicks), penyembelihan ayam dan pengolahan ayam terpadu dengan fasilitas cold storage, pembuatan pakan unggas dan pengeringan jagung. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1985.Kantor pusat berlokasi SeQuis Tower,40th Floor, Jl.Jend.Sudirman Kav.71,South Jakarta,DKI Jakarta.
Dari Pantauan media www.yarsinews.com di lokasi PT.Sreeya Sewu Indonesia Breeding Farm Prihadi 4 Gunungguruh-Sukabumi yang merupakan salah satu Cabang perusahaan yang ada di Kabupaten Sukabumi,Sabtu,12/11/2022.Perusahaan ini terus memberikan kontribusi bagi peningkatan ekonomi warga sekitar untuk bekerja.Farm Pribadi 4 Sukabumi juga terus berproduksi dalam pembibitan anak ayam/DOC .
Perusahaan ini terus meningkatkan kinerja dengan manajemen yang baik pula.Salah satu strategi perusahaan tahun ini adalah melanjutkan percepatan realisasi peningkatan kapasitas breeding untuk menunjang peningkatan utilisasi produksi pakan ternak dan perluasan penerapan sistem Smart Farm.
Direktur Utama Sreeya Sewu Indonesia Sungkono Sadikin dalam keterangannya menyatakan bahwa industri peternakan diperkirakan masih memiliki potensi yang sangat besar untuk tumbuh mengingat populasi penduduk Indonesia yang cukup besar.
"Jika dibandingkan dengan negara lain, konsumsi masyarakat Indonesia terhadap produk protein hewani masih tergolong rendah, di mana hal tersebut memberikan peluang tersendiri bagi Perseroan untuk terus mengembangkan bisnis dan meningkatkan kinerjanya," ungkap Sungkono, dalam keterangan tertulis, hari ini, Kamis (21/7) di kutip dari Kontan.Co.Id
Tentunya harapan besar bagi perusahaan baik manajemen maupun karyawan untuk terus berkarya bagi masyarakat Indonesia,khususnya warga yang berada di lingkungan perusahaan.Meski begitu, ada beberapa faktor global yang tetap harus diwaspadai perseroan, karena berpotensi mengganggu proses pemulihan ekonomi dunia, termasuk Indonesia.
Tensi geopolitik terutama perkembangan konflik Rusia dan Ukraina yang berisiko mendisrupsi perekonomian global, rantai pasok dan harga komoditas, serta berdampak terhadap biaya bahan baku dan daya beli masyarakat,pungkas Dirut,PT.Sreeya Sewu Indonesia Tbk. (Kontan.Co.Id)

