![]() |
| Kapolres Sukabumi, AKBP Ari Setyawan Wibowo dalam jumpa pers di Mapolres Sukabumi Kota malam ini, Senin (22/05/2023), Ungkapnya di depan wartawan. |
Sukabumi Yarsinews.com - MDH (9 tahun) pelajar di salah satu SD kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia secara mengenaskan.
Pelajar kelas 2 Sekolah Dasar ini sempat menjalani perawatan secara intensif selama 4 hari di Rumah Sakit.
Namun di hari ke-empat, pada Sabtu (20/05) MDH hembuskan nafas terakhirnya.
Informasi tersebut, bukan tanpa alasan, diduga sempat terjadi tindak kekerasan yang menimpa MDH, hingga bocah malang ini menghembuskan nafas terakhirnya.Dan ini lagi-lagi berita kurang baik di Dunia pendidikan .
Namun belum dapat dipastikan penyebab korban meninggal dunia, Polisi akan terus melakukan pengungkapan kasus ini.
Kapolres Sukabumi, AKBP Ari Setyawan Wibowo dalam jumpa pers di Mapolres Sukabumi Kota malam ini, Senin (22/05/2023), Ungkapnya di depan wartawan.
Untuk menguak secara terang benderang penyebab kematian korban, hingga malam ini Satreskrim Polres Sukabumi Kota secara estafet telah melaksanakan pemeriksaan terhadap belasan saksi dalam kasus ini.
"Saat ini kita telah memeriksa kurang lebih 15 saksi baik dari pihak keluarga, pihak sekolah, teman-teman korban, dan juga pihak rumah sakit,"jelas Ari Setyawan Wibowo, Senin (22/05).
"Saksi yang telah diperiksa 6 rekan korban, pihak keluarga 4 orang, guru 2, dan dokter dari Rumah Sakit Hermina dan Primaya," tambah Kapolres Sukabumi Kota yang baru gantikan pak Zainal Abidin.
Kepada awak media Kapolres Sukabumi Kota memastikan akan mengusut tuntas kasus ini.
"Saya pastikan, bahwa kita dari Polres Sukabumi Kota akan melaksanakan penyelidikan ini secara normatif, objektif, dan prosedural sesuai peraturan yang ada," tandasnya.
Lanjut Ari, meski telah mengantongi hasil visum atas korban, namun saat ini Kepolisian Resor Sukabumi Kota belum dapat memberi kesimpulan akan kasus ini.
"Beri kami waktu untuk melaksanakan penyelidikan secara utuh terhadap penanganan kasus ini," Imbuhnya.
"Sehingga bila kami sudah melakukan penyelidikan secara utuh, selanjutnya kami akan gelar perkara, sehingga kita dapat menyimpulkan secara utuh terkait penanganan kasus dugaan kekerasan yang menyebabkan anak meninggal dunia," ungkap Ari Setyawan Wibowo kepada wartawan.
Disinggung awak media terkait hasil visum atas korban, Kapolres menyatakan pihaknya belum bisa memberikan keterangan visum kepada publik.
"Hasil visum sudah keluar tapi belum bisa disampaikan," terang Kapolresta Sukabumi. (TS)
