-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pernyataan Kadisdik Provinsi (Drs.Wahyu Mijaya ,SH,M.Si) Kecurangan PPDB di SMA-SMK jabar Ada 4.794 Dibatalkan, Gubernur RK : Apabila Ada Temuan Kecurangan 'LAPORKAN'.

Sabtu, 22 Juli 2023 | Juli 22, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-07-22T07:57:30Z

 


JABAR// Yarsinews.com -  Ada 4.791 siswa PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) keikut sertaannya dibatalkan karena  kedapatan kecurangan data persyaratan. 





Kadisdik Provinsi Jabar (H.Wahyu Mijaya,SH,M.Si) melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Jabar (Ir. H. Yesa Sarwedi Hamiseno, M.Pd.), menjelaskan, 4.791 siswa dibatalkan keikut sertaannya tersebut, merupakan peserta yang tidak memenuhi persyaratan saat proses verifikasi dari pelaksanaan PPDB tahap 1 dan 2,



jadi yang dimaksud 4.971 bukan sudah masuk( diterima PPDB) terus dibatalkan,itu adalah peserta yang tidak terverifikasi pada saat pendaftaran,jadi kami riject," pungkas Yesa, Kamis (20/7/23)         

contoh: siswa daftar ternyata dokumennya tidak sesuai, titik koordinatnya tidak sesuai, nah itu kami kembalikan lagi ke siswa (berkasnya) ",terang Yesa. 


Yesa menjelaskan, saat data persyaratan di tolak, siswa diberi waktu untuk melakukan perbaikan ternyata 4.791 tidak melakukan perbaikan akhirnya kami batalkan keikutsertaannya.


Kami beri masa tenggang kesempatan sehingga kami tolak, contoh:nilai rapot tidak sesuai,data kemiskinan tidak sesuai,data KIP (kartu Indonesia Pintar)  data Prestasi sama tidak sesuai seperti itu,"ujarnya


Menurutnya, jika melihat dari jumlah pendaftar PPDB 2023, Angka 4.791 siswa yang datanya tidak sesuai dengan persyaratan masih di anggap wajar, kalau di kalikan dengan pendaftar yang hampir mencapai 580'ribuan siswa, ke riject 4.791 itu hanya 1% kurang jadi itu wajar",pungkasnya ke media.

                        

Ridwan kamil (Gubernur Jawa Barat) mengungkapkan, Pembatalan itu di karenakan adanya kecurangan seperti pemalsuan data. 


"Kita sudah batalkan 4791 siswa yang mencoba mengelabuhi domisili," pungkas Gubernur Jawa Barat (Ridwan Kamil) usai meninjau hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah(MPLS) di SMK N 12 Bandung. 


Ridwan Kamil menjelaskan, langkah tersebut diambil untuk memberikan efek jera dan peringatan dalam  PPDB harus berjalan sesuai dengan peraturan Dinas Pendidikan Pemprov Jabar.


"PPDB(Penerimaan Peserta Didik Baru) telah selesai ,tapi apabila masih ada temuan kecurangan LAPORKAN",pungkasnya.

Pewarta: Muharmain 


×
Berita Terbaru Update