JABAR// Yarsinews.com - Ada 4.791 siswa PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) keikut sertaannya dibatalkan karena kedapatan kecurangan data persyaratan.
Kadisdik Provinsi Jabar (H.Wahyu Mijaya,SH,M.Si) melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Jabar (Ir. H. Yesa Sarwedi Hamiseno, M.Pd.), menjelaskan, 4.791 siswa dibatalkan keikut sertaannya tersebut, merupakan peserta yang tidak memenuhi persyaratan saat proses verifikasi dari pelaksanaan PPDB tahap 1 dan 2,
jadi yang dimaksud 4.971 bukan sudah masuk( diterima PPDB) terus dibatalkan,itu adalah peserta yang tidak terverifikasi pada saat pendaftaran,jadi kami riject," pungkas Yesa, Kamis (20/7/23)
contoh: siswa daftar ternyata dokumennya tidak sesuai, titik koordinatnya tidak sesuai, nah itu kami kembalikan lagi ke siswa (berkasnya) ",terang Yesa.
Yesa menjelaskan, saat data persyaratan di tolak, siswa diberi waktu untuk melakukan perbaikan ternyata 4.791 tidak melakukan perbaikan akhirnya kami batalkan keikutsertaannya.
Kami beri masa tenggang kesempatan sehingga kami tolak, contoh:nilai rapot tidak sesuai,data kemiskinan tidak sesuai,data KIP (kartu Indonesia Pintar) data Prestasi sama tidak sesuai seperti itu,"ujarnya
Menurutnya, jika melihat dari jumlah pendaftar PPDB 2023, Angka 4.791 siswa yang datanya tidak sesuai dengan persyaratan masih di anggap wajar, kalau di kalikan dengan pendaftar yang hampir mencapai 580'ribuan siswa, ke riject 4.791 itu hanya 1% kurang jadi itu wajar",pungkasnya ke media.
Ridwan kamil (Gubernur Jawa Barat) mengungkapkan, Pembatalan itu di karenakan adanya kecurangan seperti pemalsuan data.
"Kita sudah batalkan 4791 siswa yang mencoba mengelabuhi domisili," pungkas Gubernur Jawa Barat (Ridwan Kamil) usai meninjau hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah(MPLS) di SMK N 12 Bandung.
Ridwan Kamil menjelaskan, langkah tersebut diambil untuk memberikan efek jera dan peringatan dalam PPDB harus berjalan sesuai dengan peraturan Dinas Pendidikan Pemprov Jabar.
"PPDB(Penerimaan Peserta Didik Baru) telah selesai ,tapi apabila masih ada temuan kecurangan LAPORKAN",pungkasnya.
Pewarta: Muharmain


