Sukabumi
Yarsinews.com
Lembaga resmi Zakat Pemerintah yaitu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersinergi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan (PMI) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Telah terdata ada 12 Kecamatan yang melaporkan wilayah alami kekeringan akibat musim kemarau, sehingga sulit mendapatkan air bersih.
“Mayoritas kecamatan yang kesulitan mendapatkan air bersih tersebut berada di wilayah Utara Kabupaten Sukabumi,” ujar Ketua BAZNAS Kabupaten Sukabumi, Dr. H. Unang Sudarma, SH, M.Si kepada awak Media, Jum’at (25-08-2023).
Perlu diketahui Kecamatan yang melaporkan kesulitan air bersih tersebut seperti Cibadak, Parungkuda, Kadudampit, Cicurug, Bantargadung, Warungkiara, Ciracap dan Cisaat.
Dr. H. Unang Sudarma, SH, M.Si mengungkapkan bahwa untuk menanggulangi kesulitan tersebut, maka pihaknya sudah menyalurkan air bersih ke beberapa Desa dan saat ini secara maraton memobilisasikan truk tangki pengangkut air.
Langkah ini dilakukan karena banyaknya warga yang meminta untuk dipasok air bersih. Sampai saat ini kami masih mempersiapkan jikalau ada permintaan dari warga yang membutuhkan kami siap membantu.
Walaupun belum ditetapkan status siaga darurat kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih, tetapi pihaknya sengaja lebih cepat melakukan penanggulangan agar bencana kekeringan ini tidak terus meluas.
“Kami sudah berkoordinasi dengan beberapa instansi, seperti Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri ( PDAM) Kabupaten Sukabumi untuk menyalurkan air bersih,” paparnya.
Dia menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan jumlah Kecamatan yang terdampak kemarau ini akan terus bertambah, apalagi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa wilayah Kabupaten Sukabumi tidak akan turun hujan hingga Oktober.
“Antisipasi lain untuk mengatasi kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih ini yakni melakukan pipanisasi di sejumlah tempat yang daerahnya sudah parah dilanda bencana tersebut,” tutupnya.
(Tarman Sutarman)
