-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Diduga Pabrik Tempe Salah Gunakan Gas Subsidi

Selasa, 10 Oktober 2023 | Oktober 10, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-10-10T08:22:28Z



Sukabumi,
Yarsinews.com


Gas LPG (Elpiji) 3 Kg yang disubsidi pemerintah yang seharusnya diperuntukkan bagi Masyarakat miskin seperti yang tertera di kemasannya, Namun ada saja pengusaha yang mengunakan Gas Melon tersebut untuk Bahan Bakar dalam usahanya. Tentu saja diduga pengusaha Tempe telah melanggar aturan UU Migas, Perpres maupun Surat Edaran Dirjen Migas (ESDM).




Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan Yarsinews.com di lapangan terkait dengan penggunaan gas LPG 3 Kg yang disubsidi oleh pemerintah yang diperuntukkan bagi Masyarakat miskin, namun sayangkan gas tersebut diduga kuat telah digunakan oleh Oknum pengusaha yakni Pabrik Tempe yang beralamat di Cijangkar Kelurahan Nanggeleng Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi,Senin (9/10/2023) sekitar 15.10 WIB.

Hal ini sangat menarik sekali ketika berkunjung ke pengusaha pabrik Tempe yang dimiliki oleh inisial (SJ). Ironisnya ketika mau dikonfirmasi pemilik perusahaan tersebut sedang tidak ada, namun yang ada sebagai perwakilan pihak perusahaan inisial (D), Ia mengatakan pada pihak media dan juga membenarkan bahwasannya di perusahaan ini menggunakan Gas LPG yang 3 Kg. Akan tetapi dirinya tidak merasa bersalah, melainkan ia mengarahkan ke pihak Agen yang ada di samping GOR Cijangkar,"jangan salahkan kami menurut (D) salahkan saja Agen sebagai pemasoknya",ucap (D)

Kemudian Kami dari pihak wartawan tetap berupaya ingin bertemu pihak pemilik perusahaan akan tetapi sampai sajinya berita ini belum bisa ditemui, bahkan kami meminta kontak person pun tidak diberi pihak perwakilan perusahaan.


Menambahkan LSM BPPI ikut angkat bicara terkait dugaan penyelewengan Gas LPG 3 Kg dan memohon kepada Aparat pihak Dinas instansi terkait jika informasi ini benar adanya agar segera ditindaklanjuti", tandasnya LSM BPPI. (TM)


×
Berita Terbaru Update