YARSINEWS,Senin 21/09/2025. Aroma tak sedap tercium dari pelaksanaan proyek sistem penyediaan air minum(SPAM)yang bersumber dari dana Alokasi khusus(DAK)di desa pasir datar,kec caringin,kab Sukabumi. Proyek yang semestinya menjadi solusi kebutuhan air bersih warga,justru diduga kuat dibayangi praktek manipulasi dokumen.informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan,"SURAT PERINTAH KERJA.(SPK) palsu dalam pelaksanaan proyek tersebut.ironisnya kepala desa setempat justru di sebut-sebut menjadi aktor utama atau biang kerok dibalik dugaan kecurangan ini. "SPK yang beredar tidak jelas asal usulnya.diduga hanya rekayasa untuk memperlancar pencairan dana.ini jelas menyalahi aturan dan merugikan masyarakat," ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.hingga kini,pihak kecamatan maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan SPK palsu tersebut.namun,publik mendesak agar aparat penegak hukum segera turun tangan mengusut tuntas kasus ini demi menjaga transparansi penggunaan dana DAK serta memastikan proyek SPAM benar benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Kasus ini menjadi sorotan lantaran praktek pemalsuan dokumen proyek dianggap sebagai pelanggaran serius yang dapat merugikan negara sekaligus masyarakat.kini,semua mata tertuju pada kepala desa pasir datar yang diduga dibalik kisruh SPK palsu tersebut. Pewarta:MUHARMEN.
Tag Terpopuler
Diduga??????
Wow.com
Senin, 22 September 2025 | September 22, 2025 WIB |
0 Views
Last Updated
2025-09-22T01:52:56Z
YARSINEWS,Senin 21/09/2025. Aroma tak sedap tercium dari pelaksanaan proyek sistem penyediaan air minum(SPAM)yang bersumber dari dana Alokasi khusus(DAK)di desa pasir datar,kec caringin,kab Sukabumi. Proyek yang semestinya menjadi solusi kebutuhan air bersih warga,justru diduga kuat dibayangi praktek manipulasi dokumen.informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan,"SURAT PERINTAH KERJA.(SPK) palsu dalam pelaksanaan proyek tersebut.ironisnya kepala desa setempat justru di sebut-sebut menjadi aktor utama atau biang kerok dibalik dugaan kecurangan ini. "SPK yang beredar tidak jelas asal usulnya.diduga hanya rekayasa untuk memperlancar pencairan dana.ini jelas menyalahi aturan dan merugikan masyarakat," ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.hingga kini,pihak kecamatan maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan SPK palsu tersebut.namun,publik mendesak agar aparat penegak hukum segera turun tangan mengusut tuntas kasus ini demi menjaga transparansi penggunaan dana DAK serta memastikan proyek SPAM benar benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Kasus ini menjadi sorotan lantaran praktek pemalsuan dokumen proyek dianggap sebagai pelanggaran serius yang dapat merugikan negara sekaligus masyarakat.kini,semua mata tertuju pada kepala desa pasir datar yang diduga dibalik kisruh SPK palsu tersebut. Pewarta:MUHARMEN.
